Thursday, July 29, 2021

AKSI NYATA 1.4 : PENANAMAN BUDAYA POSITIF MELALUI KESEPAKATAN KELAS


1.      LATAR BELAKANG

Memasuki awal tahun ajaran baru, tepatnya Tahun Pelajaran 2021/2022 murid akan memasuki dunia baru di kelas barunya masing-masing. Di kelas barunya ia akan bertemu dengan sosok guru baru sebagai pembimbing selama 1 tahun ke depan. Oleh karena itu, mereka harus mengenal lebih dalam pada sosok gurunya sekaligus mengenali lingkungan di kelas barunya. Selain itu, kegiatan ini sebagai pengenalan bagi murid tentang apa yang harus dilakukan dan apa yang tidak boleh mereka lakukan. Hal ini memudahkan murid dalam menikmati proses pembelajaran yang akan mereka lalui bersama guru barunya. Kegiatan yang dimaksud adalah MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah).

Seperti halnya murid kelas 6B SDN Kaliwlingi 02 Kabupaten Brebes, di awal masuk sekolah tepatnya tanggal 21 Juni 2021 sebagai awal langkah memasuki dunia baru di kelas 6. Ada beberapa kegiatan dalam masa pengenalan lingkungan sekolah yang dilakukan bersama antara murid dan guru. Salah satunya adalah membuat kesepakatan kelas antara murid dan guru. Kesepakatan kelas berisi beberapa aturan untuk membantu guru dan murid bekerja bersama membentuk kegiatan belajar mengajar yang efektif. Kesepakatan kelas tidak hanya berisi harapan guru terhadap murid, tapi juga harapan murid terhadap guru. Kesepakatan disusun dan dikembangkan bersama-sama antara guru dan murid. Harapannya kesepakatan kelas ini sebagai awal langkah murid dalam mewujudkan budaya positif di sekolah.

 

2.      DESKRIPSI AKSI NYATA

Pada awalnya guru memberitahukan informasi tentang kegiatan kesepakatan kelas pada murid kelas 6B melalui media whatsapp group. Karena sedang masa pandemic covid-19 dan pembelajaran sekolah dilaksanakan secara daring, maka kegiatan kesepakatan kelas dilaksanakan secara daring. Untuk melaksanakan kegiatan secara daring memang mengalami kesulitan, apalagi beberapa murid tidak memiliki perangkat smartphone. Namun, guru memberikan solusi dengan mengikutkan murid yang tidak memiliki smartphone dengan murid lain yang mempunyai smartphone. Tentunya tetap mematuhi protokol kesehatan.

Setelah murid terkondisikan dengan permasalahan perangkat smartphone, langkah selanjutnya adalah guru menyiapkan room untuk kegiatan kesepakatan kelas. Untuk kegiatan ini, guru menggunakan platform google meet yang dikolaborasikan dengan google slide sebagai media sarana bagi murid untuk menuliskan hasil kesepakatan kelas. Langkah ini sebagai salah satu cara pemanfaatan akun belajar.id yang diberikan secara gratis oleh kemendikbud pada guru dan murid.

Pada awal pertama kali bertemu melalui daring, guru memberikan nasihat untuk selalu menerapkan budaya 5S sebagai salah satu program unggulan untuk membentuk karakter murid. Kemudian guru dan siswa saling bersapa dan mengucapkan salam. Satu sama lain saling senyum untuk mengawali kegiatan dengan bahagia tanpa ada paksaan dan tekanan dari manapun.  Kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian maksud dan tujuan kegiatan kesepakatan kelas sehingga murid mampu memahami pentingnya kesepakatan kelas dan menyetujui bersama untuk pelaksanaan kegiatan tersebut. Adapun maksud dan tujuan kegiatan kesepakatan kelas adalah untuk membentuk lingkungan yang aman, nyaman, dan menyenangkan untuk belajar terutama bagi murid. Selainitu, kesepakatan kelas yang efektif dapat membantu dalam pembentukan budaya disiplin positif  di kelas. Hal ini juga dapat membantu proses belajar mengajar yang lebih mudah dan tidak menekan. Seringkali permasalahan dengan murid berkaitan dengan komunikasi antara murid dengan guru, terutama ketika murid melanggar suatu aturan dengan alasan tidak mengetahui adanya aturan tersebut. Kurang adanya komunikasi ini menyebabkan relasi murid dan guru menjadi kurang baik.

Setelah murid memahami dengan baik akan pentingnya kesepakatan kelas, guru mengawali dengan pertanyaan “kelas seperti apakah yang kalian inginkan dan harapkan?”. Murid pun akan menyampaikan usulan masing-masing, diantaranya menghargai pendapat, menjaga budaya 5S, tidak ribut, tidak makan Ketika belajar, memakai baju rapi, tepat waktu, dan lain-lain. Semua pendapat murid ditampung dengan baik sebagai bentuk penanaman menghargai pendapat orang lain. Pendapat murid ditulis pada google slide. Guru mengingatkan murid agar menghindari kata “tidak” sebagai kesepakatan kelas dan menggantinya dengan kalimat yang lebih positif seperti “tidak ribut” diganti dengan kalimat “menjaga ketertiban dalam kelas”.

Beberapa murid menanyakan jika ada murid yang melanggar, apa hukumannya? Guru akan menjelaskan bahwa tidak ada hukuman dalam kesepakatan kelas ini.  Akan tetapi, guru menumbuhkan budaya malu pada murid jika ia melanggar kesepakatan yang telah dibuat sendiri beserta murid lainnya. Kesepakatan kelas yang telah disepakati wajib  untuk dilaksanakan dan dijalankan dengan sepenuh hati. Guru menanamkan rasa bertanggung jawab pada diri murid agar komitmen pada kesepakatan kelas. Guru pun memastikan komitmen murid untuk melaksanakan kesepakatan kelas dengan memberikan pertanyaan “Apakah kalian sanggup mematuhi kesepakatan kelas ini?”. Murid pun dengan tegas dan serentak menjawab “ya, saya siap!”. Kegiatan kesepakatan kelas diakhiri dengan foto bersama sembari mengacungkan jempol sebagai tanda komitmen untuk melaksanakan kesepakatan kelas.

 

3.      HASIL DARI AKSI NYATA

Secara umum, hasil kegiatan penanaman budaya positif melalui kesepakatan kelas adalah diperolehnya informasi antara lain:

a.       Berbagai permasalahan yang dalami guru dan murid selama proses kegitan pembelajaran jarak jauh, baik secara daring maupun luring

b.      Harapan dan ide kepada murid untuk mencapai kelas yang diimpikan

c.       Kesimpulan hasil dari ide-ide yang disampaikan murid

d.      Mengubah ide hasil diskusi menjadi sebuah kesepakatan kelas oleh guru dan murid

e.       Poster kesepakatan kelas (setelah kegiatan kesepakatan kelas)

Adapun hasil dari kesepakatan kelas yang dicapai adalah beberapa komitmen bersama yang akan dilaksanakan dalam wujud perilaku yang harus dilakukan oleh seorang murid dalam menjalankan aktifitas pembelajaran di sekolah, antara lain:

a.       Mandi sebelum belajar

b.      Disiplin waktu

c.       Berpakaian rapi

d.      Berdoa sebelum dan setelah belajar

e.       Menjaga kebersihan

f.        Bersikap santun dan hormat pada guru serta teman 

g.      Menghargai pendapat teman

h.      Memperhatikan penjelasan guru ketika menerangkan

i.        Menyalakan kamera ketika pembelajaran

j.        Mematikan mikrophone ketika guru menjelaskan

Hasil dari kesepakatan kelas ini nantinya akan dibuatkan dalam bentuk poster sebagai pengingat untuk menjaga komitmen bersama sekaligus untuk menanamkan sikap budaya positif.

4.      PEMBELAJARAN YANG DIDAPAT DARI PELAKSANAAN

Kegagalan

Kegagalan dalam mengembangkan budaya disiplin positif melalui kesepakatan kelas diantaranya:

a.         Pembuatan kesepakatan kelas dilaksanakan dengan menggunakan google meeting maka mengalami kendala secara jaringan, namun berhasil mengambil kesimpulan dari semua masukan yang diberikan oleh murid menjadi satu kesepakatan kelas membutuhkan waktu yang cukup lama

b.         Pembuatan poster dilakukan tidak secara langsung tetapi setelah pembuatan kesepakatan selesai secara online

c.         Refleksi pelaksanaan kesepakatan kelas akan dilaksanakan pada akhir pembelajaran semester gasal Tahun 2021/2022.

Keberhasilan

Keberhasilan dalam kegiatan mengembangkan budaya disiplin positif melalui kesepakatan kelas diantaranya:

a.         Murid sangat antusias dengan kesepakatan kelas yang dibuat

b.         Murid sangat senang ketika kesepakatan kelas dibuat poster

c.         Murid setuju dengan kesepakatan kelas yang dibuat

d.         Murid siap melaksanakan kesepakatan kelas yang dibuat

e.         Murid mulai memperlihatkan perubahan dengan adanya kesepakatan kelas

 

5.      RENCANA PERBAIKAN UNTUK PELAKSANAAN DI MASA MENDATANG

Kesepakatan kelas yang sudah disepakati bersama tentunya akan mengalami perubahan seiring dengan berjalannya waktu, kondisi, dan kebutuhan murid. Kesepakatan kelas akan dilaksanakan pemantauan dan uji berkala melalui refleksi dan evaluasi bersama untuk mengukur ketercapaian serta hal yang menjadi kendala dalam pelaksanaan kesepakatan kelas tersebut. Ketercapaian kesepakatan bersama sebagai keberhasilan program dan perlu ditingkatkan lagi agar lebih baik lagi sedangkan kendala sebagai masukan untuk memperbaiki program yang masih pasif.

 

6.      DOKUMENTASI PROSES DAN HASIL PELAKSANAAN