1.
LATAR BELAKANG
Memasuki awal tahun ajaran baru, tepatnya Tahun
Pelajaran 2021/2022 murid akan memasuki dunia baru di kelas barunya
masing-masing. Di kelas barunya ia akan bertemu dengan sosok guru baru sebagai
pembimbing selama 1 tahun ke depan. Oleh karena itu, mereka harus mengenal
lebih dalam pada sosok gurunya sekaligus mengenali lingkungan di kelas barunya.
Selain itu, kegiatan ini sebagai pengenalan bagi murid tentang apa yang harus
dilakukan dan apa yang tidak boleh mereka lakukan. Hal ini memudahkan murid
dalam menikmati proses pembelajaran yang akan mereka lalui bersama guru
barunya. Kegiatan yang dimaksud adalah MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan
Sekolah).
Seperti halnya murid kelas 6B SDN Kaliwlingi 02
Kabupaten Brebes, di awal masuk sekolah tepatnya tanggal 21 Juni 2021 sebagai
awal langkah memasuki dunia baru di kelas 6. Ada beberapa kegiatan dalam masa
pengenalan lingkungan sekolah yang dilakukan bersama antara murid dan guru.
Salah satunya adalah membuat kesepakatan kelas antara murid dan guru. Kesepakatan kelas berisi beberapa aturan untuk membantu guru dan murid
bekerja bersama membentuk kegiatan belajar mengajar yang efektif. Kesepakatan
kelas tidak hanya berisi harapan guru terhadap murid, tapi juga harapan murid
terhadap guru. Kesepakatan disusun dan dikembangkan bersama-sama antara guru
dan murid. Harapannya kesepakatan kelas ini sebagai awal langkah murid dalam
mewujudkan budaya positif di sekolah.
2.
DESKRIPSI AKSI NYATA
Pada awalnya guru memberitahukan informasi tentang
kegiatan kesepakatan kelas pada murid kelas 6B melalui media whatsapp group.
Karena sedang masa pandemic covid-19 dan pembelajaran sekolah dilaksanakan
secara daring, maka kegiatan kesepakatan kelas dilaksanakan secara daring.
Untuk melaksanakan kegiatan secara daring memang mengalami kesulitan, apalagi
beberapa murid tidak memiliki perangkat smartphone. Namun, guru memberikan
solusi dengan mengikutkan murid yang tidak memiliki smartphone dengan murid
lain yang mempunyai smartphone. Tentunya tetap mematuhi protokol kesehatan.
Setelah murid terkondisikan dengan permasalahan
perangkat smartphone, langkah selanjutnya adalah guru menyiapkan room untuk
kegiatan kesepakatan kelas. Untuk kegiatan ini, guru menggunakan platform
google meet yang dikolaborasikan dengan google slide sebagai media sarana bagi
murid untuk menuliskan hasil kesepakatan kelas. Langkah ini sebagai salah satu
cara pemanfaatan akun belajar.id yang diberikan secara gratis oleh kemendikbud
pada guru dan murid.
Pada awal pertama kali bertemu melalui daring, guru
memberikan nasihat untuk selalu menerapkan budaya 5S sebagai salah satu program
unggulan untuk membentuk karakter murid. Kemudian guru dan siswa saling bersapa
dan mengucapkan salam. Satu sama lain saling senyum untuk mengawali kegiatan
dengan bahagia tanpa ada paksaan dan tekanan dari manapun. Kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian
maksud dan tujuan kegiatan kesepakatan kelas sehingga murid mampu memahami
pentingnya kesepakatan kelas dan menyetujui bersama untuk pelaksanaan kegiatan
tersebut. Adapun maksud dan tujuan kegiatan kesepakatan kelas adalah untuk
membentuk lingkungan yang aman, nyaman, dan menyenangkan untuk belajar terutama
bagi murid. Selainitu, kesepakatan kelas yang efektif dapat
membantu dalam pembentukan budaya disiplin positif di kelas. Hal ini juga
dapat membantu proses belajar mengajar yang lebih mudah dan tidak menekan.
Seringkali permasalahan dengan murid berkaitan dengan komunikasi antara murid dengan
guru, terutama ketika murid melanggar suatu aturan dengan alasan tidak
mengetahui adanya aturan tersebut. Kurang adanya komunikasi ini menyebabkan
relasi murid dan guru menjadi kurang baik.
Setelah murid memahami dengan baik akan pentingnya
kesepakatan kelas, guru mengawali dengan pertanyaan “kelas seperti apakah yang
kalian inginkan dan harapkan?”. Murid pun akan menyampaikan usulan
masing-masing, diantaranya menghargai pendapat, menjaga budaya 5S, tidak ribut,
tidak makan Ketika belajar, memakai baju rapi, tepat waktu, dan lain-lain.
Semua pendapat murid ditampung dengan baik sebagai bentuk penanaman menghargai
pendapat orang lain. Pendapat murid ditulis pada google slide. Guru
mengingatkan murid agar menghindari kata “tidak” sebagai kesepakatan kelas dan
menggantinya dengan kalimat yang lebih positif seperti “tidak ribut” diganti
dengan kalimat “menjaga ketertiban dalam kelas”.
Beberapa murid menanyakan jika ada murid yang
melanggar, apa hukumannya? Guru akan menjelaskan bahwa tidak ada hukuman dalam
kesepakatan kelas ini. Akan tetapi, guru
menumbuhkan budaya malu pada murid jika ia melanggar kesepakatan yang telah
dibuat sendiri beserta murid lainnya. Kesepakatan kelas yang telah disepakati
wajib untuk dilaksanakan dan dijalankan
dengan sepenuh hati. Guru menanamkan rasa bertanggung jawab pada diri murid
agar komitmen pada kesepakatan kelas. Guru pun memastikan komitmen murid untuk
melaksanakan kesepakatan kelas dengan memberikan pertanyaan “Apakah kalian
sanggup mematuhi kesepakatan kelas ini?”. Murid pun dengan tegas dan serentak
menjawab “ya, saya siap!”. Kegiatan kesepakatan kelas diakhiri dengan foto
bersama sembari mengacungkan jempol sebagai tanda komitmen untuk melaksanakan
kesepakatan kelas.
3.
HASIL DARI AKSI NYATA
Secara umum, hasil kegiatan penanaman budaya positif
melalui kesepakatan kelas adalah diperolehnya informasi antara lain:
a.
Berbagai permasalahan yang dalami guru dan murid
selama proses kegitan pembelajaran jarak jauh, baik secara daring maupun luring
b.
Harapan dan ide kepada murid untuk mencapai kelas
yang diimpikan
c.
Kesimpulan hasil dari ide-ide yang disampaikan
murid
d.
Mengubah ide hasil diskusi menjadi sebuah
kesepakatan kelas oleh guru dan murid
e.
Poster kesepakatan kelas (setelah kegiatan
kesepakatan kelas)
Adapun hasil dari kesepakatan kelas yang dicapai
adalah beberapa komitmen bersama yang akan dilaksanakan dalam wujud perilaku
yang harus dilakukan oleh seorang murid dalam menjalankan aktifitas
pembelajaran di sekolah, antara lain:
a. Mandi
sebelum belajar
b. Disiplin
waktu
c. Berpakaian
rapi
d. Berdoa
sebelum dan setelah belajar
e. Menjaga
kebersihan
f.
Bersikap santun dan hormat pada guru serta teman
g. Menghargai
pendapat teman
h. Memperhatikan
penjelasan guru ketika menerangkan
i.
Menyalakan kamera ketika pembelajaran
j.
Mematikan mikrophone ketika guru menjelaskan
Hasil dari kesepakatan kelas ini nantinya akan dibuatkan dalam bentuk
poster sebagai pengingat untuk menjaga komitmen bersama sekaligus untuk
menanamkan sikap budaya positif.
4.
PEMBELAJARAN YANG DIDAPAT DARI
PELAKSANAAN
Kegagalan
Kegagalan
dalam mengembangkan budaya disiplin positif melalui kesepakatan kelas
diantaranya:
a.
Pembuatan kesepakatan kelas dilaksanakan
dengan menggunakan google meeting maka mengalami kendala secara jaringan, namun
berhasil mengambil kesimpulan dari semua masukan yang diberikan oleh murid
menjadi satu kesepakatan kelas membutuhkan waktu yang cukup lama
b.
Pembuatan poster dilakukan tidak secara
langsung tetapi setelah pembuatan kesepakatan selesai secara online
c.
Refleksi pelaksanaan kesepakatan kelas akan
dilaksanakan pada akhir pembelajaran semester gasal Tahun 2021/2022.
Keberhasilan
Keberhasilan
dalam kegiatan mengembangkan budaya disiplin positif melalui kesepakatan kelas
diantaranya:
a.
Murid sangat antusias dengan kesepakatan
kelas yang dibuat
b.
Murid sangat senang ketika kesepakatan
kelas dibuat poster
c.
Murid setuju dengan kesepakatan kelas yang
dibuat
d.
Murid siap melaksanakan kesepakatan kelas
yang dibuat
e.
Murid mulai memperlihatkan perubahan
dengan adanya kesepakatan kelas
5.
RENCANA PERBAIKAN UNTUK PELAKSANAAN
DI MASA MENDATANG
Kesepakatan kelas yang sudah disepakati bersama
tentunya akan mengalami perubahan seiring dengan berjalannya waktu, kondisi,
dan kebutuhan murid. Kesepakatan kelas akan dilaksanakan pemantauan dan uji
berkala melalui refleksi dan evaluasi bersama untuk mengukur ketercapaian serta
hal yang menjadi kendala dalam pelaksanaan kesepakatan kelas tersebut. Ketercapaian
kesepakatan bersama sebagai keberhasilan program dan perlu ditingkatkan lagi
agar lebih baik lagi sedangkan kendala sebagai masukan untuk memperbaiki
program yang masih pasif.
6.
DOKUMENTASI PROSES DAN HASIL
PELAKSANAAN









