Monday, November 1, 2021

AKSI NYATA MODUL 3.3

 


SDBS

SEKOLAH DASAR BERSIH SEHAT

NUROHIM - SDN KALIWLINGI 02

PERISTIWA (FACT)

Latar Belakang Tentang Situasi yang Dihadapi

Kebersihan dan kesahatan lingkungan sekolah merupakan permasalahan klasik yang masih sering dijumpai di berbagai sekolah. Hampir Sebagian besar sekolah mengalami masalah pada kebersihan dan Kesehatan lingkungan sekolah. Penyebabnya pun beraneka ragam, dari kurangnya sarana prasarana kebersihan sampai pada kurangnnya kepedulian dalam kebersihan. Namun, jika diperhatikan dengan seksama bahwa permasalahan kebersihan dan Kesehatan lingkungan sekolah pada dasarnya dapat diselesaikan dengan memaksimalkan asset yang dimiliki oleh sekolah. Oleh karena itu, pada aksi nyata ini kami akan mengangkat tema kebersihan dan kebersihan lingkungan sekolah menjadi sebuah program sekolah sekligus sebagai program guru penggerak dengan nama program SDBS (Sekolah Dasar Bersih Sehat).

 


Gambar 1 Kondisi sekolah yang kumuh

 

Hal yang Dilakukan pada Aksi Nyata Beserta Alasannya

Ada beberapa poin penting yang dilakukan dalam pelaksanaan Program Sekolah Dasar Bersih Sehat (SDBS), antara lain:

1.    Pengecekan kebersihan kelas yang dilakukan oleh guru kelasnya, baik sebelum pembelajaran maupun sesudah pembelajaran.

Kegiatan ini dimaksudkan untuk mewujudkan lingkungan belajar yang nyaman dan menyenangkan. Dengan terjaganya kebersihan kelas, maka siswa dapat belajar tanpa terganggu dengan masalah sampah. Salah satu caranya dengan menghilangkan jadwal piket kelas. Mengapa? Karena justru dengan adanya jadwal piket kelas, maka siswa akan terpaku pada satu hari tertentu saja dalam membersihkan kelas. Akan tetapi dengan dihilangkannya jadwal piket kelas, maka kebersihan kelas akan menjadi tanggung jawab Bersama tanpa ada pembagian hari sekaligus untuk menanamkan kolaborasi antar siswa dalam kebersihan kelas.

2.    Pembiasaan pemilahan sampah organic dan anorganik.

Sampah dipilah berdasarkan jenisnya agar siswa melatih diri sampah apa saja yang mampu dimanfaatkan kembali dan sampah apa saja yang bisa dijadikan pupuk kompos.

3.    Kegiatan sikat gigi massal setiap sebulan sekali

Kegiatan sikat gigi massal sebagai indicator Kesehatan mulut dan gigi sehingga diharapkan siswa membiasakan diri untuk membersihkan gigi dan mulut setiap hari sehingga terjaga kesehatannya.

4.    Mengecek kebersihan kuku setiap seminggu sekali

Kegiatan ini juga berkaitan dengan kebersihan diri siswa. Mereka dicek kebersihan kukunya setiap seminggu sekali sehingga kebersihan diri siswa terjaga dengan baik.

5.    Pembiasaan cuci tangan sebelum dan sesudah masuk kelas dengan sabun

Siswa diajak Bersama untuk mencuci tangan sebelum dan sesudah kegiatan pembelajaran dengan menggunakan sabun. Kegiatan ini sekaligus untuk mencegah penularan covid-19.

6.    Penataan lingkungan sekolah, yakni taman sekolah

Taman sekolah ditata sedemikian rupa agar terlihat lebih menarik dengan cara pengecatan ulang, penataan tanaman, membersihkan taman dari sampah, dan lain-lain.

 




Gambar 2 Proses penataan taman sekolah

 

7.    Kampanye budaya membuang sampah di tempat sampah

Kampanye dilakukan secara menyeluruh melalui sosialisasi pada siswa untuk membuang sampah di tempat sampah. Kegiatan melalui praktik nyata dan mengajak Bersama siswa untuk membersihkan kelas dan lingkungan sekolah serta membuang sampah di tempat sampah.

 

Hasil Aksi Nyata yang dilakukan

Adapun hasil dari aksi nyata yang telah dilaksanakan antara lain

1.    Lingkungan kelas terlihat lebih bersih dan nyaman untuk belajar.

Kebiasaan menjaga kebersihan kelas akan mejadikan kelas lebih segar dan nyaman untuk belajar. Hal ini bisa menambah semangat siswa untuk belajar.

2.    Siswa terbiasa membuang sampah sesuai dengan jenisnya (organic dan anorganik)

Kebiasaan ini memudahkan dalam pengelolaan sampah. Diharapkan sampah akan dimanfaatkan sesuai kebutuhan, baik sebagai barang kerajinan maupun pupuk kompos.

3.    Terjaga Kesehatan mulut dan gigi

Kebiasaan ini akan menjadikan siswa lebih menjaga kebersihan dan Kesehatan gigi mulut sehingga terhindar dari sakit gigi. Apalagi dengan Kesehatan gigi dan mulut siswa yang rentan dengan berbagai makanan yang manis dan rentan merusak gigi.

4.    Tangan dan kuku siswa terlihat lebih bersih dan sehat.

Langkah ini sebagai salah bentuk wujud nyata dalam mencegah penularan Covid-19 melalui kegiatan membersihkan/mencuci tangan dengan sabun. Selain itu, dengan menjaga kebersihan kuku, siswa akan terhindar dari berbagai macam penyakit, seperti cacing, sakit perut, gangguan pencernaan, dan lain-lain.



Gambar 3 Kebiasaan cuci tangan

 

5.    Taman sekolah menjadi lebih bersih, segar dan terlihat menyenangkan.

Taman terlihat lebih rindang dan tampak bersih. Selain itu, taman yang mulanya hanya dibiarkan saja, menjadi terlihat lebih nyaman dipandang mata. Tanaman pun tumbuh lebih segar dibandingkan dengan sebelumnya.

 




Gambar 4 Taman sekolah terlihat sejuk dan indah


6.    Siswa terbiasa membuang sampah di tempat sampah

Kebiasaan membuang sampah sembarangan hilang dengan sendiri seiring dengan kebiasaan membuang sampah di tempat sampah. Hal ini mendorong siswa akan mencintai kebersihan dan menjaga lingkungan sekolah menjadi lebih bersih dan sehat.

 

 

PERASAAN (FEELINGS)

Program SDBS (Sekolah Dasar Bersih dan Sehat) sebagai salah satu program sekolah yang berpihak pada siswa. Melihat pelaksanaan dan hasilnya sangat berpihak pada siswa. Hal ini sebagai langkah sekolah dalam menerapkan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) sekaligus sebagai Langkah sekolah dalam mewujudkan slogan kabupaten brebes, yakni BERHIAS (Bersih, Hijau, Indah, Aman, dan Sehat). Dengan terwujudnya sekolah yang bersih dan sehat, akan muncul kepuasan kepuasan bagi warga sekolah pada umumnya dan saya selaku guru penggerak pada khususnya. Program SDBS juga mendapat dukungan penuh, baik dari kepala sekolah, rekan guru sejawat, siswa, orang tua siswa, komite sekolah, bahkan lingkungan sekitar sekolah.

 

PEMBELAJARAN (FINDINGS)

Program SDBS ini sebagai salah satu program yang bisa dilaksanakan oleh tiap sekolah. Hal penting yang harus diperhatikan dalam melaksanakan program adalah dengan melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak. Setiap unsur memiliki peran yang berbeda dan membutuhkan komitmen Bersama dalam mewujudkan lingkungan sekolah yang bersih dan sehat. Jika dalam pendanaan mengalami masalah, bisa dengan mengajak peran serta komite sekolah dan orang tua dalam mengatasi keuangan, seperti sumbangan tanaman dari orang tua siswa.

 

PENERAPAN KE DEPAN (FUTURE)

Berdasarkan hasil evaluasi dan monitoring dari pelaksanaan program SDBS di sekolah, maka perlu ada perbaikan dalam pelaksanaan program agar mendapatkan hasil yang lebih baik lagi. Rencana perbaikan yang harus programkan adalah membangun komitmen bersama dalam menjaga terlaksananya program SDBS. Jika sebuah program hanya dilaksanakan tanpa ada kebelanjutan menjaganya, maka program itu akan berlangsung sementara. Oleh karena itu, dibutuhkan komitmen bersama untuk menjaga keberalngsungan program berjalan selamanya. Setiap unsur memiliki peran yang berbeda, sehingga program dapat berlangsung lama.

0 comments:

Post a Comment