SDBS
SEKOLAH DASAR BERSIH SEHAT
NUROHIM - SDN KALIWLINGI 02
PERISTIWA (FACT)
Latar Belakang Tentang Situasi yang Dihadapi
Kebersihan dan kesahatan lingkungan sekolah merupakan permasalahan
klasik yang masih sering dijumpai di berbagai sekolah. Hampir Sebagian besar
sekolah mengalami masalah pada kebersihan dan Kesehatan lingkungan sekolah.
Penyebabnya pun beraneka ragam, dari kurangnya sarana prasarana kebersihan
sampai pada kurangnnya kepedulian dalam kebersihan. Namun, jika diperhatikan
dengan seksama bahwa permasalahan kebersihan dan Kesehatan lingkungan sekolah
pada dasarnya dapat diselesaikan dengan memaksimalkan asset yang dimiliki oleh
sekolah. Oleh karena itu, pada aksi nyata ini kami akan mengangkat tema
kebersihan dan kebersihan lingkungan sekolah menjadi sebuah program sekolah
sekligus sebagai program guru penggerak dengan nama program SDBS (Sekolah Dasar
Bersih Sehat).
Gambar 1 Kondisi sekolah yang kumuh
Hal yang Dilakukan pada Aksi Nyata Beserta Alasannya
Ada
beberapa poin penting yang dilakukan dalam pelaksanaan Program Sekolah Dasar
Bersih Sehat (SDBS), antara lain:
1.
Pengecekan kebersihan kelas yang dilakukan oleh guru kelasnya,
baik sebelum pembelajaran maupun sesudah pembelajaran.
Kegiatan ini dimaksudkan
untuk mewujudkan lingkungan belajar yang nyaman dan menyenangkan. Dengan
terjaganya kebersihan kelas, maka siswa dapat belajar tanpa terganggu dengan
masalah sampah. Salah satu caranya dengan menghilangkan jadwal piket kelas.
Mengapa? Karena justru dengan adanya jadwal piket kelas, maka siswa akan
terpaku pada satu hari tertentu saja dalam membersihkan kelas. Akan tetapi
dengan dihilangkannya jadwal piket kelas, maka kebersihan kelas akan menjadi
tanggung jawab Bersama tanpa ada pembagian hari sekaligus untuk menanamkan
kolaborasi antar siswa dalam kebersihan kelas.
2.
Pembiasaan pemilahan sampah organic dan anorganik.
Sampah dipilah berdasarkan
jenisnya agar siswa melatih diri sampah apa saja yang mampu dimanfaatkan kembali
dan sampah apa saja yang bisa dijadikan pupuk kompos.
3.
Kegiatan sikat gigi massal setiap sebulan sekali
Kegiatan sikat gigi massal
sebagai indicator Kesehatan mulut dan gigi sehingga diharapkan siswa
membiasakan diri untuk membersihkan gigi dan mulut setiap hari sehingga terjaga
kesehatannya.
4.
Mengecek kebersihan kuku setiap seminggu sekali
Kegiatan ini juga berkaitan
dengan kebersihan diri siswa. Mereka dicek kebersihan kukunya setiap seminggu
sekali sehingga kebersihan diri siswa terjaga dengan baik.
5.
Pembiasaan cuci tangan sebelum dan sesudah masuk kelas dengan sabun
Siswa diajak Bersama untuk
mencuci tangan sebelum dan sesudah kegiatan pembelajaran dengan menggunakan
sabun. Kegiatan ini sekaligus untuk mencegah penularan covid-19.
6.
Penataan lingkungan sekolah, yakni taman sekolah
Taman sekolah ditata
sedemikian rupa agar terlihat lebih menarik dengan cara pengecatan ulang,
penataan tanaman, membersihkan taman dari sampah, dan lain-lain.
Gambar 2 Proses penataan taman sekolah
7.
Kampanye budaya membuang sampah di tempat sampah
Kampanye dilakukan secara
menyeluruh melalui sosialisasi pada siswa untuk membuang sampah di tempat
sampah. Kegiatan melalui praktik nyata dan mengajak Bersama siswa untuk
membersihkan kelas dan lingkungan sekolah serta membuang sampah di tempat
sampah.
Hasil
Aksi Nyata yang dilakukan
Adapun
hasil dari aksi nyata yang telah dilaksanakan antara lain
1.
Lingkungan kelas terlihat lebih bersih dan nyaman untuk belajar.
Kebiasaan menjaga kebersihan kelas akan mejadikan kelas lebih segar dan nyaman untuk belajar. Hal ini bisa menambah semangat siswa untuk belajar.
2.
Siswa terbiasa membuang sampah sesuai dengan jenisnya (organic dan
anorganik)
Kebiasaan ini memudahkan dalam pengelolaan sampah. Diharapkan sampah akan dimanfaatkan sesuai kebutuhan, baik sebagai barang kerajinan maupun pupuk kompos.
3.
Terjaga Kesehatan mulut dan gigi
Kebiasaan ini akan menjadikan siswa lebih menjaga kebersihan dan Kesehatan gigi mulut sehingga terhindar dari sakit gigi. Apalagi dengan Kesehatan gigi dan mulut siswa yang rentan dengan berbagai makanan yang manis dan rentan merusak gigi.
4.
Tangan dan kuku siswa terlihat lebih bersih dan sehat.
Langkah ini sebagai salah
bentuk wujud nyata dalam mencegah penularan Covid-19 melalui kegiatan
membersihkan/mencuci tangan dengan sabun. Selain itu, dengan menjaga kebersihan
kuku, siswa akan terhindar dari berbagai macam penyakit, seperti cacing, sakit
perut, gangguan pencernaan, dan lain-lain.
Gambar 3 Kebiasaan cuci tangan
5.
Taman sekolah menjadi lebih bersih, segar dan terlihat
menyenangkan.
Taman terlihat lebih rindang
dan tampak bersih. Selain itu, taman yang mulanya hanya dibiarkan saja, menjadi
terlihat lebih nyaman dipandang mata. Tanaman pun tumbuh lebih segar
dibandingkan dengan sebelumnya.
Gambar 4 Taman sekolah terlihat sejuk dan indah
6.
Siswa terbiasa membuang sampah di tempat sampah
Kebiasaan membuang sampah
sembarangan hilang dengan sendiri seiring dengan kebiasaan membuang sampah di
tempat sampah. Hal ini mendorong siswa akan mencintai kebersihan dan menjaga
lingkungan sekolah menjadi lebih bersih dan sehat.
PERASAAN (FEELINGS)
Program
SDBS (Sekolah Dasar Bersih dan Sehat) sebagai salah satu program sekolah yang
berpihak pada siswa. Melihat pelaksanaan dan hasilnya sangat berpihak pada
siswa. Hal ini sebagai langkah sekolah dalam menerapkan PHBS (Perilaku Hidup
Bersih dan Sehat) sekaligus sebagai Langkah sekolah dalam mewujudkan slogan
kabupaten brebes, yakni BERHIAS (Bersih, Hijau, Indah, Aman, dan Sehat). Dengan
terwujudnya sekolah yang bersih dan sehat, akan muncul kepuasan kepuasan bagi
warga sekolah pada umumnya dan saya selaku guru penggerak pada khususnya. Program
SDBS juga mendapat dukungan penuh, baik dari kepala sekolah, rekan guru
sejawat, siswa, orang tua siswa, komite sekolah, bahkan lingkungan sekitar
sekolah.
PEMBELAJARAN (FINDINGS)
Program
SDBS ini sebagai salah satu program yang bisa dilaksanakan oleh tiap sekolah. Hal
penting yang harus diperhatikan dalam melaksanakan program adalah dengan melakukan
kolaborasi dengan berbagai pihak. Setiap unsur memiliki peran yang berbeda dan
membutuhkan komitmen Bersama dalam mewujudkan lingkungan sekolah yang bersih
dan sehat. Jika dalam pendanaan mengalami masalah, bisa dengan mengajak peran
serta komite sekolah dan orang tua dalam mengatasi keuangan, seperti sumbangan
tanaman dari orang tua siswa.
PENERAPAN KE DEPAN (FUTURE)
Berdasarkan hasil evaluasi dan monitoring dari pelaksanaan program
SDBS di sekolah, maka perlu ada perbaikan dalam pelaksanaan program agar
mendapatkan hasil yang lebih baik lagi. Rencana perbaikan yang harus programkan
adalah membangun komitmen bersama dalam menjaga terlaksananya program SDBS. Jika
sebuah program hanya dilaksanakan tanpa ada kebelanjutan menjaganya, maka
program itu akan berlangsung sementara. Oleh karena itu, dibutuhkan komitmen bersama
untuk menjaga keberalngsungan program berjalan selamanya. Setiap unsur memiliki
peran yang berbeda, sehingga program dapat berlangsung lama.






0 comments:
Post a Comment