NILAI RAPOT SISWA MINIMAL KKM DAN TIDAK SESUAI KEMAMPUAN SISWA
PERISTIWA (FACT)
Latar Belakang tentang Situasi yang Dihadapi
Di akhir tahun pembelajaran, sekolah biasanya akan menentukan kenaikan setelah dilaksanakan kegiatan PAT (penilaian akhir tahunan). Siswa melaksanakan evaluasi pembelajaran yang diperoleh selama satu tahun pembelajaran. Untuk menentukan kenaikan kelas, guru biasanya akan berpedoman pada KKM yang telah ditentukan sebelumnya di awal tahun pembelajaran. Guru sudah menentukan KKM berdasarkan kemampuan siswa dan aspek penentu lainnya dalam menentukan KKM. Namun, karena mengikuti kebijakan sebuah sistem dan agar terlihat bahwa sekolah mampu memberikan KKM yang tinggi maka berubahlah KKM dari penentuan awalnya.
Permasalahan utama terdapat pada kemampuan siswa yang belum bisa dikatakan tidak mampu untuk diterapkannya KKM yang terlalu tinggi. Ketika dipaksakan KKM yang tinggi, otomatis nilai siswa juga akan mengikuti KKM. Minimal nilai rapot sesuai KKM agar bisa naik kelas. Hal demikian akan menjadi masalah besar yang siswanya dengan kemampuan yang sedang, sehingga mau tidak mau guru harus mengatrol nilai siswa.
Tindakan katrol nilai jika diperhatikan secara seksama adalah sebuah ketidakjujuran dalam Pendidikan. Mengapa? Karena kita membuat laporan yang tidak sesuai dengan keadaan siswa. Bisa dikatakan sebagai pembodohan public. Hal ini berakibat pada menurunnya tingkat kejujuran guru, dan juga menurunkan semangat belajar siswa. Karena dengan kemampuan yang biasa saja, siswa bisa naik kelas dengan nilai yang lumayan bagus. Padahal faktanya nilai pengetahuannya sangat memprihatinkan.
Alasan Mengapa Melakukan Aksi Nyata Tersebut
Pada dasarnya kasus tersebut merupakan sebuah dilema etika yang sungguh luar biasa jika dilihat dari nilai kejujurannya. Namun, faktanya itu adalah hal biasa bagi pendidik karena hampir Sebagian besar mengalami hal serupa sehingga sebagai bentuk loyalitas guru pada kepala sekolah maka ia menuruti apa yang diinginkan pihak sekolah.
Namun, pada hakikatnya sebuah permasalahan akan lebih baik diselesaikan dengan cara yang baik pula agar terlihat lebih professional dalam menjalani profesinya sebagai guru. Permasalahan nilai katrol untuk memenuhi KKM bisa diselesaikan dengan cara yang lebih unik dan menjadi win win solution bagi pihak-pihak yang berkaitan. Bagaimana caranya? Mari kita kaji untuk pengambilan keputusan yang lebih baik lagi.
Apa nilai-nilai yang saling bertentangan dalam studi kasus tersebut? Loyalitas guru pada pimpinan (KS) dan kejujuran
Siapa yang terlibat dalam situasi tersebut ? kepala sekolah, guru, dan pengawas
Apa fakta-fakta yang relevan dengan situasi tersebut ? kepala sekolah menentukan KKM sesuai arahan dari pengawas sekolah, KKM terlalu tinggi sedangkan kemampuan siswa tergolong rendah, guru dipaksakan agar memberi nilai rapot minimal KKM bagi siswa yg berkemampuan rendah padahal KKM juga terlalu tinggi bagi siswa.
Mari kita lakukan pengujian benar atau salah terhadap situasi tersebut.
Apakah ada aspek pelanggaran hukum dalam situasi tersebut? (Uji lega)
Tidak ada aspek pelanggaran hukum
Apakah ada pelanggaran peraturan/kode etik profesi dalam kasus tersebut? (Uji regulasi)
Ada, yakni ketidakjujuran dalam penilaian
Berdasarkan perasaan dan intuisi Anda, apakah ada yang salah dalam situasi ini? (Uji intuisi)
Tidak ada
Apa yang anda rasakan bila keputusan Anda dipublikasikan di halaman depan koran? Apakah anda merasa nyaman?
Ada yang tidak merasa nyaman terkait dengan nilai kejujuran.
Kira-kira, apa keputusan yang akan diambil oleh panutan/idola Anda dalam situasi ini?
Akan memberikan nilai sesuai KKM, sesuai dengan arahan/himbauan dari KS dan pengawas
Jika situasinya adalah situasi dilema etika, paradigma mana yang terjadi pada situasi tersebut?
Kebenaran lawan kesetiaan (truth vs loyalty)
Dari 3 prinsip penyelesaian dilema, prinsip mana yang akan dipakai?
Berpikir berbasis peraturan (rule based thinking)
Apakah ada sebuah penyelesaian yang kreatif dan tidak terpikir sebelumnya untuk menyelesaikan masalah ini (Investigasi Opsi Trilemma)?
Siswa akan diberikan remidi dengan soal yang berkategori yang rendah, dan jika memungkinkan memberikan penilaian sesuai kemampuan siswa sehingga ia mencapai KKM.
Apa keputusan yang akan Anda ambil?
Guru akan memberikan nilai sesuai KKM sebagai bentuk loyalitas guru pada kepala sekolah sekaligus melaksanakan tupoksi sebagai guru dalam pembelajaran
Coba lihat lagi keputusan Anda dan refleksikan!
Guru memang harus memberikan nilai minimal KKM pada rapot murid. Jika hal itu tidak dilakukan, artinya ada yang keliru dalam penilaian. Mengenai KKM yang terlalu tinggi untuk diterapkan di sekolah, itu adalah kebijakan pimpinan sekolah yang harus ditaati guru dan itu merupakan tuntutan/instruksi dari pengawas sekolah.
Hasil Aksi Nyata yang Dilakukan
Guru melakukan pengambilan keputusan melalui 9 langkah sebagai pemimpin pembelajaran. Adapun keputusan akhirnya adalah memberikan nilai rapot pada siswa minimal KKM terutama bagi siswa yang berkemampuan rendah dan naik kelas.
Pembelajaran dan pemberian tugas (remidi) Ketika sebelum pandemic dan masa pandemi
PERASAAN (FEELINGS)
Perasaan saya Ketika mengambil keputusan demikian memang sedikit kurang menerima. Namun, melalui beberapa riset dan masukan dari beberapa rekan sejawat akhirnya menerima keputusan tersebut dengan baik dan ikhlas. Seiring berjalannya waktu, saya merasakan kenyamanan dalam penilaian dengan pemberian remidi yang memudahkan membantu bagi siswa.
PEMBELAJARAN (FINDINGS)
Pembelajaran yang bisa didapat pada kegiatan ini, bahwa dalam memutuskan sebuah keputusan yang optimal memerlukan pertimbangan yang mendetail melalui 9 langkah pengambilan keputusan agar tidak merugikan salah satu pihak. Win win solution perlu dikedepankan dan tidak menggunakan perasaan saja, namun akal pikiran sehat juga diperlukan untuk mendapatkan keputusan yang luar biasa.
Loyalitas sangat baik dikedepankan, namun juga kejujuran perlu dipertimbangkan. Agar keduanya dilaksanakan, alangkah baiknya cari alternatif lain agar mampu dilaksanakan Bersama.
PENERAPAN KE DEPAN (FUTURE)
Kedepan bahwa dalam mengambil keputusan, seorang pemimpin harus mengutamakan 9 langkah dalam memutuskannya. Perhatikan dan cermati dengan baik setiap permasalahan, lakukan uji coba melalui 9 langkah agar mendapatkan hasil keputusan yang baik bagi semua pihak terkait, atau win win solution.
Nurohim, S.Pd.SD
CGP Angkatan 2 Kab. Brebes






0 comments:
Post a Comment