Dalam
Permendikbud No. 62 Tahun 2014 tentang kegiatan ekstrakurikuler pada pendidikan
dasar dan pendidikan menengah, disebutkan bahwa Kegiatan Ekstrakurikuler adalah kegiatan kurikuler yang dilakukan oleh
peserta didik di luar jam belajar kegiatan intrakurikuler dan kegiatan
kokurikuler, di bawah bimbingan dan pengawasan satuan pendidikan. Pada kegiatan
ekstrakurikuler dibagi menjadi 2, yakni kegiatan ekstrakurikuler wajib dan
kegiatan ekstrakurikuler pilihan. Kegiatan Ekstrakurikuler
Wajib merupakan Kegiatan Ekstrakurikuler yang wajib diselenggarakan oleh satuan
pendidikan dan wajib diikuti oleh seluruh peserta didik. Adapun kegiatan
ekstrakurikuler yang wajib diikuti oleh peserta didik yaitu pendidikan
kepramukaan.
Pendidikan kepramukaan
sebagai ekstrakurikuler wajib diatur dalam
Permendikbud No. 63 Tahun 2014 tentang Pendidikan Kepramukaan Sebagai
Kegiatan Ekstrakurikuler Wajib Pada Pendidikan Dasar Dan Pendidikan Menengah.
Pemberlakuan pendidikan kepramukaan sebagai ekstrakurikuler wajib bersamaan
dengan pemberlakuan kurikulum yang baru, yakni kurikulum 2013. Hal ini
diperuntukkan bagi peserta didik SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, dan SMK/MAK.
Pramuka kependekan dari
Praja Muda Karana merupakan bentuk organisasi kepanduan yang ada di Indonesia.
Di dalam pramuka, kita akan dikenalkan tentang berbagai macam keterampilan yang
dibutuhkan dalam hidup di tengah masyarakat. Hal ini sebagai acuan untuk
menepis anggapan masyarakat yang belum mengetahui secara jelas akan pentingnya
pendidikan kepramukaan bagi peserta didik. Karena selama ini, masyarakat
mengenal pramuka hanya sebatas tepuk tangan dan latihan baris berbaris.
Kepramukaan adalah proses pendidikan di luar
lingkungan sekolah dan di luar lingkungan keluarga dalam bentuk kegiatan menarik,
menyenangkan, sehat, teratur, terarah, praktis yang dilakukan di alam terbuka
dengan Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan, yang sasaran akhirnya pembentukan
watak, akhlak dan budi pekerti luhur. Pendidikan
Kepramukaan adalah proses pembentukan kepribadian, kecakapan hidup, dan akhlak mulia pramuka melalui penghayatan
dan pengamalan nilai nilai kepramukaan. Dari pengertian tersebut
dapat diambil kesimpulan bahwa kegiatan pramuka penting bagi pembentukan
karakter peserta didik menjadi insan yang berwibawa dan bermartabat.
Pramuka yang notabenenya
sudah menyatu dalam pendidikan di Indonesia, sudah pasti tentunya memiliki
manfaat yang besar bagi peserta didik. Apa saja sih manfaat kegiatan pramuka
bagi peserta didik? Mari kita bahas satu per satu.
1.
Ketakwaan
Ketika
kita akan memulai untuk latihan rutin, biasanya akan diawali dengan upacara
pembukaan latihan. Pada upacara tersebut, ada bagian dimana kita akan berdoa
sebelum melaksanakan kegiatan secara bersama-sama menurut agama dan
kepercayaannya masing-masing. Selain itu, dalam perkemahan kita mengenal waktu
untuk shoima (sholat, istirahat, dan makan). Sholat yang dikerjakan di
perkemahan biasanya dilakukan secara berjamaah. Hal ini sebagai bukti bahwa
dalam pramuka diajarkan untuk beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Seperti yang tercantum dalam Dasa Dharma yang pertama berbunyi Taqwa Kepada
Tuhan Yang Maha Esa.
2.
Kepemimpinan
Pramuka
tidak hanya latihan saja, tetapi juga ada struktur organisasi yang jelas. Di
dalamnya mempunyai kekuatan hukum karena sudah diatur dalam undang-undang atau
peraturan. Dalam struktur organisasinya, ada berbagai kewajiban yang harus
dilaksanakan sesuai dengan tugasnya. Contohnya di tingkat sekolah kita mengenal
Ka.Mabigus, Pembina, Pembantu Pembina, Dewan Penggalang, Dewan Ambalan, Pratama
dan lain-lain. Dengan berbagai jabatan tersebut, kita akan berlatih dalam
merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi kegiatan. Kita berlatih dalam
memimpin sebuah regu, dan juga dalam memimpin diri sendiri menjadi insan yang
berbudi.
3.
Kedisplinan
Setiap
kegiatan yang dilaksanakan dalam pramuka mengedepankan kedisiplinan, baik
disiplin pakaian maupun waktu. Pakaian yang dikenakan harus rapi dan lengkap
dengan atribut yang sudah diatur dalam undang-undang. Selain itu, setiap
kegiatan yang telah direncanakan harus dilaksanakan menurut waktu yang sudah
disepakati bersama. Sehingga diharapkan setiap anggota pramuka, wajib dalam
disiplin waktu demi keberlangsungan terlaksananya kegiatan yang telah dirancang
bersama.
4. Kemandirian
Dalam
perkemahan, kita diajarkan untuk hidup mandiri. Dalam artian, kita harus bisa
mengatur waktu dan harus bisa bertahan dalam menghadapi situasi kehidupan di
perkemahan. Segala sesuatu akan dikerjakan dengan sendiri, tentunya dikerjakan
secara bersama-sama. Diharapkan dengan seperti ini akan mewujudkan insan yang
mandiri, anak pun tidak manja karena sudah terbiasa dengan kemandirian.
5. Gotong
royong dan kebersamaan
Ketika
kegiatan pramuka berlangsung, kita akan dibagi menjadi beberapa regu. Tiap regu
berjumlah 8 anak. Dengan adanya regu tersebut, kita dituntut untuk saling
bekerjasama dalam melaksanakan setiap kegiatan. Setiap anggota mempunyai
tanggung jawab yang sama. Hal ini pun akan memupuk rasa kebersamaan antar
sesama anggota pramuka dalam regunya.
6. Kekeluargaan
Dalam
gerakan pramuka, kita mengenal sistem kekeluargaan antar anggota yang satu
dengan lainnya. Antara yang senior dengan junior, kita mengenal sistem “kakak-adik
dan yanda-bunda”. Hal ini menandakan seperti dalam keluarga, sehingga antar
anggota satu dengan yang lain ibarat seperti dalam satu keluarga.
7. Mencintai
lingkungan alam
Salah
satu kegiatan anggota pramuka di luar yaitu melaksanakan perkemahan. Dalam
kegiatan perkemahan, biasanya di laksanakan di tempat luar yang sering kita
gunakan untuk latihan rutin tiap minggu. Salah satu contohnya di hutan. Dalam
pelaksanaan perkemahan, kita diajarkan agar menyatu dengan alam. Sehingga dalam
diri seorang anggota pramuka akan muncul kepribadian cinta terhadap lingkungan.
Hal ini dibuktikan dengan tidak merusak lingkungan alam, membersihkan sampah di
sekitar lingkungan alam tersebut, melaksanakan penanaman bibit tanaman di hutan
(Reboisasi), serta kegiatan lain yang mencerminkan sikap cinta lingkungan alam.
8. Pertemanan
Dalam
setiap pertemuan kegiatan pramuka, baik tingkat ranting, cabang, daerah, maupun
nasional; kita tentunya akan mengenal wajah-wajah baru. Hal ini menimbulkan
keinginan setiap anggota pramuka untuk saling mengenal satu sama lain. Dengan
demikian secara langsung kita akan menambah teman dari berbagai daerah. Hal ini sangat baik untuk memupuk rasa
persatuan dan kesatuan serta mempererat kerukunan antar sesama manusia. Selain
itu pun di tingkat sekolah, dengan mengikuti kegiatan pramuka kita akan saling
mengenal lebih jauh tentang karakter setiap anggota. Sehingga akan rasa tumbuh
saling berteman dengan sesama.
Mengingat
akan pentingnya kegiatan pramuka bagi anak, sudah sepatutnya kita sebagai orang
tua agar mendorong anaknya untuk aktif dalam kegiatan pramuka di sekolah.
Apalagi dengan perkembangan pergaulan anak sekarang yang banyak mengarah ke hal
yang negatif. Semoga generasi anak sekarang akan menjadi insan yang berwibawa
dan berguna untuk bangsa negara lewat kegiatan ekstrakurikuler pramuka di
sekolah.
Salam
pramuka
Satyaku kudarmakan, darmaku kubaktikan
Ikhlas bhakti bina bangsa berbudi bawa
laksana





