Wednesday, September 13, 2017

ESKUL PRAMUKA NGGAK PENTING, KATA SIAPA?

Dalam Permendikbud No. 62 Tahun 2014 tentang kegiatan ekstrakurikuler pada pendidikan dasar dan pendidikan menengah, disebutkan bahwa Kegiatan Ekstrakurikuler adalah kegiatan kurikuler yang dilakukan oleh peserta didik di luar jam belajar kegiatan intrakurikuler dan kegiatan kokurikuler, di bawah bimbingan dan pengawasan satuan pendidikan. Pada kegiatan ekstrakurikuler dibagi menjadi 2, yakni kegiatan ekstrakurikuler wajib dan kegiatan ekstrakurikuler pilihan. Kegiatan Ekstrakurikuler Wajib merupakan Kegiatan Ekstrakurikuler yang wajib diselenggarakan oleh satuan pendidikan dan wajib diikuti oleh seluruh peserta didik. Adapun kegiatan ekstrakurikuler yang wajib diikuti oleh peserta didik yaitu pendidikan kepramukaan.
Pendidikan kepramukaan sebagai ekstrakurikuler wajib diatur dalam  Permendikbud No. 63 Tahun 2014 tentang Pendidikan Kepramukaan Sebagai Kegiatan Ekstrakurikuler Wajib Pada Pendidikan Dasar Dan Pendidikan Menengah. Pemberlakuan pendidikan kepramukaan sebagai ekstrakurikuler wajib bersamaan dengan pemberlakuan kurikulum yang baru, yakni kurikulum 2013. Hal ini diperuntukkan bagi peserta didik SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, dan SMK/MAK.
Pramuka kependekan dari Praja Muda Karana merupakan bentuk organisasi kepanduan yang ada di Indonesia. Di dalam pramuka, kita akan dikenalkan tentang berbagai macam keterampilan yang dibutuhkan dalam hidup di tengah masyarakat. Hal ini sebagai acuan untuk menepis anggapan masyarakat yang belum mengetahui secara jelas akan pentingnya pendidikan kepramukaan bagi peserta didik. Karena selama ini, masyarakat mengenal pramuka hanya sebatas tepuk tangan dan latihan baris berbaris.
Kepramukaan adalah proses pendidikan di luar lingkungan sekolah dan di luar lingkungan keluarga dalam bentuk kegiatan menarik, menyenangkan, sehat, teratur, terarah, praktis yang dilakukan di alam terbuka dengan Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan, yang sasaran akhirnya pembentukan watak, akhlak dan budi pekerti luhur. Pendidikan Kepramukaan adalah proses pembentukan kepribadian, kecakapan hidup,  dan akhlak mulia pramuka melalui penghayatan dan pengamalan nilai nilai kepramukaan. Dari pengertian tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa kegiatan pramuka penting bagi pembentukan karakter peserta didik menjadi insan yang berwibawa dan bermartabat.
Pramuka yang notabenenya sudah menyatu dalam pendidikan di Indonesia, sudah pasti tentunya memiliki manfaat yang besar bagi peserta didik. Apa saja sih manfaat kegiatan pramuka bagi peserta didik? Mari kita bahas satu per satu.
1.    Ketakwaan
Ketika kita akan memulai untuk latihan rutin, biasanya akan diawali dengan upacara pembukaan latihan. Pada upacara tersebut, ada bagian dimana kita akan berdoa sebelum melaksanakan kegiatan secara bersama-sama menurut agama dan kepercayaannya masing-masing. Selain itu, dalam perkemahan kita mengenal waktu untuk shoima (sholat, istirahat, dan makan). Sholat yang dikerjakan di perkemahan biasanya dilakukan secara berjamaah. Hal ini sebagai bukti bahwa dalam pramuka diajarkan untuk beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Seperti yang tercantum dalam Dasa Dharma yang pertama berbunyi Taqwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa.
2.    Kepemimpinan
Pramuka tidak hanya latihan saja, tetapi juga ada struktur organisasi yang jelas. Di dalamnya mempunyai kekuatan hukum karena sudah diatur dalam undang-undang atau peraturan. Dalam struktur organisasinya, ada berbagai kewajiban yang harus dilaksanakan sesuai dengan tugasnya. Contohnya di tingkat sekolah kita mengenal Ka.Mabigus, Pembina, Pembantu Pembina, Dewan Penggalang, Dewan Ambalan, Pratama dan lain-lain. Dengan berbagai jabatan tersebut, kita akan berlatih dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi kegiatan. Kita berlatih dalam memimpin sebuah regu, dan juga dalam memimpin diri sendiri menjadi insan yang berbudi.
3.    Kedisplinan
Setiap kegiatan yang dilaksanakan dalam pramuka mengedepankan kedisiplinan, baik disiplin pakaian maupun waktu. Pakaian yang dikenakan harus rapi dan lengkap dengan atribut yang sudah diatur dalam undang-undang. Selain itu, setiap kegiatan yang telah direncanakan harus dilaksanakan menurut waktu yang sudah disepakati bersama. Sehingga diharapkan setiap anggota pramuka, wajib dalam disiplin waktu demi keberlangsungan terlaksananya kegiatan yang telah dirancang bersama.
4.    Kemandirian
Dalam perkemahan, kita diajarkan untuk hidup mandiri. Dalam artian, kita harus bisa mengatur waktu dan harus bisa bertahan dalam menghadapi situasi kehidupan di perkemahan. Segala sesuatu akan dikerjakan dengan sendiri, tentunya dikerjakan secara bersama-sama. Diharapkan dengan seperti ini akan mewujudkan insan yang mandiri, anak pun tidak manja karena sudah terbiasa dengan kemandirian.
5.    Gotong royong dan kebersamaan
Ketika kegiatan pramuka berlangsung, kita akan dibagi menjadi beberapa regu. Tiap regu berjumlah 8 anak. Dengan adanya regu tersebut, kita dituntut untuk saling bekerjasama dalam melaksanakan setiap kegiatan. Setiap anggota mempunyai tanggung jawab yang sama. Hal ini pun akan memupuk rasa kebersamaan antar sesama anggota pramuka dalam regunya.
6.    Kekeluargaan
Dalam gerakan pramuka, kita mengenal sistem kekeluargaan antar anggota yang satu dengan lainnya. Antara yang senior dengan junior, kita mengenal sistem “kakak-adik dan yanda-bunda”. Hal ini menandakan seperti dalam keluarga, sehingga antar anggota satu dengan yang lain ibarat seperti dalam satu keluarga.
7.    Mencintai lingkungan alam
Salah satu kegiatan anggota pramuka di luar yaitu melaksanakan perkemahan. Dalam kegiatan perkemahan, biasanya di laksanakan di tempat luar yang sering kita gunakan untuk latihan rutin tiap minggu. Salah satu contohnya di hutan. Dalam pelaksanaan perkemahan, kita diajarkan agar menyatu dengan alam. Sehingga dalam diri seorang anggota pramuka akan muncul kepribadian cinta terhadap lingkungan. Hal ini dibuktikan dengan tidak merusak lingkungan alam, membersihkan sampah di sekitar lingkungan alam tersebut, melaksanakan penanaman bibit tanaman di hutan (Reboisasi), serta kegiatan lain yang mencerminkan sikap cinta lingkungan alam.
8.    Pertemanan
Dalam setiap pertemuan kegiatan pramuka, baik tingkat ranting, cabang, daerah, maupun nasional; kita tentunya akan mengenal wajah-wajah baru. Hal ini menimbulkan keinginan setiap anggota pramuka untuk saling mengenal satu sama lain. Dengan demikian secara langsung kita akan menambah teman dari berbagai daerah.  Hal ini sangat baik untuk memupuk rasa persatuan dan kesatuan serta mempererat kerukunan antar sesama manusia. Selain itu pun di tingkat sekolah, dengan mengikuti kegiatan pramuka kita akan saling mengenal lebih jauh tentang karakter setiap anggota. Sehingga akan rasa tumbuh saling berteman dengan sesama.
Mengingat akan pentingnya kegiatan pramuka bagi anak, sudah sepatutnya kita sebagai orang tua agar mendorong anaknya untuk aktif dalam kegiatan pramuka di sekolah. Apalagi dengan perkembangan pergaulan anak sekarang yang banyak mengarah ke hal yang negatif. Semoga generasi anak sekarang akan menjadi insan yang berwibawa dan berguna untuk bangsa negara lewat kegiatan ekstrakurikuler pramuka di sekolah.
Salam pramuka
Satyaku kudarmakan, darmaku kubaktikan


Ikhlas bhakti bina bangsa berbudi bawa laksana

0 comments:

Post a Comment