1. Bagaimana Anda nanti akan mentransfer dan menerapkan pengetahuan yang Anda dapatkan di program guru penggerak ini di sekolah/lingkungan asal Anda?
Saya akan melakukan sosialisasi terhadap siswa, lingkungan,
rekan sejawat. Saya juga akan melakukan sosialisasi melalui komuntas praktisi seperti
pada kegiatan KKG. Saya kemudian mengajak guru untuk berdiskusi misalnya
bertanya tentang masalah apa yang mereka hadapi kemudian menjelaskan cara
pengambilan keputusan berdasarkan pembahasan materi modul 3.1.
2. Apa langkah-langkah awal yang akan Anda lakukan untuk
memulai mengambil keputusan berdasarkan pemimpin pembelajaran?
Langkah yang pertama adalah memahami dan menentukan
prinsip dan paradigma dalam mengambil
keputusan yang meliputi:
Berfikir berbasis hasil akhir/End Based Thinking
Saya lakukan karena itu yang terbaik untuk kebanyakan orang
. Berdasarkan pada aliran utilitarianism yaitu mengerjakan apa yang dapat
menghasilkan kebaikan terbesar untuk jumlah orang terbanyak dan berpusat pada konsekuensi. Contoh kasus Kapten
Kapal yang mendorong beberapa penumpang yang dianggap lemah demi menyelamatkan
banyak orang.
Berfikir berbasis peraturan /Rule Based Thinking
Ikuti prinsip atau aturan-aturan yang telah ditetapkan .
Prinsip ini bertugas apa tugas kita, kewajiban apa yang harus kita lakukan,
menghendaki orang lain mengikuti apa yang ia kerjakan. Contoh Anak tidak
diijinkan keluar rumah dalam situasi apapun (Kasus Ani yang diminta untuk
menjaga adiknya yang masih kecil dan tidak boleh keluar rumah, namun Ani
mendengar ada suara rintihan minta tolong, ternyata ketika dilihat ternyata ada
seorang anak kecil yang tersangkut air).
Berfikir berbasis rasa peduli/Care Based Thinking
Memutuskan sesuatu dengan memikirkan apa yang anda harapkan
orang lain lakukan terhadap anda. Prinsip ini selain memberi batasan pada
tindakan kita namun mendukung kepedulian terhadap orang lain, Jika saya menjadi
dia, apa yang harus saya lakukan. Prinsip ini dianggap terlalu sederhana.
Contoh 2 orang sahabat yang mencotek, satu sama lain tidak mengadukan karena
berharap sama.
Secara umum paradigma yang terjadi pada situasi dilema etika yang bisa dikategorikan berikut ini:
Individu lawan masyarakat (individual vs community)
Dalam paradigma ini ada pertentangan antara individu melawan
sebuah kelompok yang lebih besar di mana individu ini juga menjadi bagiannya.
Bisa juga konflik antara kepentingan pribadi melawan kepentingan orang lain. Individu
yang dimaksud tidak selalu berarti satu orang. Ini juga dapat berarti kelompok
kecil dalam hubungannya dengan kelompok yang lebih besar. Seperti juga
“kelompok” dalam paradigma ini dapat berarti kelompok yang lebih besar. Dilema
individu melawan masyarakat adalah bagaimana membuat pilihan antara apa yang
benar untuk satu orang (kelompok kecil) dan apa yang benar untuk yang lain (kelompok
besar). Bila satu kelompok membutuhkan waktu yang lebih banyak pada sebuah
tugas, tapi kelompok yang lain sudah siap untuk ke pelajaran berikutnya, apakah
pilihan benar yang harus dibuat? Guru mungkin menghadapi dilema individu lawan
kelompok.
Rasa keadilan lawan rasa kasihan (justice vs mercy)
Dalam paradigma ini ada pilihan antara mengikuti aturan tertulis atau tidak mengikuti aturan sepenuhnya. Pilihannya adalah memilih antara keadilan dan perlakuan yang sama bagi semua orang di satu sisi, dan membuat pengecualian karena kemurahan hati di sisi lain. Kadang memang benar untuk memegang peraturan, tapi terkadang membuat pengecualian juga merupakan tindakan yang benar. Pilihan untuk menuruti peraturan dibuat berdasarkan rasa hormat terhadap keadilan. Pilihan untuk membengkokkan peraturan dibuat berdasarkan rasa kasihan. Misalnya Anda harus ada di rumah pada saat makan malam. Suatu hari Anda pulang ke rumah terlambat karena teman membutuhkan bantuan. Ini dapat menunjukkan dilema keadilan lawan rasa kasihan. Apakah ada konsekuensi melanggar peraturan tentang pulang ke rumah tepat waktu untuk makan malam, atau haruskah orang tua Anda membuat pengecualian?
Kebenaran lawan kesetiaan (truth vs loyalty)
Kejujuran dan kesetiaan seringkali menjadi nilai-nilai yang bertentangan dalam situasi dilema etika. Kadang kita perlu membuat pilihan antara berlaku jujur dan setia kepada orang lain. Apakah kita akan jujur menyampaikan informasi berdasarkan fakta atau kita menjunjung nilai kesetiaan pada profesi atau komitmen yang dibuat sebelumnya. Pada jaman perang, tentara yang tertangkap harus memilih antara mengatakan sebenarnya kepada pihak musuh atau setia kepada teman tentara yang lain. Hampir semua pernah mengalami harus memilih antara mengatakan yang sebenarnya atau melindungi teman yang dalam masalah. Ini adalah salah satu contoh dari pilihan atas kebenaran melawan kesetiaan.
Jangka pendek lawan jangka panjang (short term vs long
term)
Paradigma ini paling
sering terjadi dan mudah diamati. Kadang perlu untuk memilih antara yang
kelihatannya terbaik untuk saat ini dan yang terbaik untuk masa yang akan
datang. Contoh, Pernahkah Anda harus memilih antara bersenang-senang atau
melatih instrumen musik atau berolahraga? Bila iya, Anda telah membuat pilihan
antara jangka pendek melawan jangka panjang.
3. Mulai kapan Anda akan menerapkan langkah-langkah
tersebut, hari ini, besok, minggu depan, hari apa? Catat rencana Anda, sehingga
Anda tidak lupa.
Saya akan menerapkan langkah-langkah tersebut mulai hari
ini, tepatnya tanggal 23 September 2021.
4. Siapa yang akan menjadi pendamping Anda, dalam
menjalankan pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran?
Kepala Sekolah karena beliau sebagai sosok pemimpin kita
sekaligus yang menjadi pembimbing dan penasihat dalam kegiatan di lingkungan
sekolah. Selain itu, pengawas sekolah juga kita libatkan untuk melihat progres
kita sejauhmana kualitas pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran.







0 comments:
Post a Comment