Saturday, May 29, 2021

PEMBIASAAN BUDAYA 5S (AKSI NYATA MODUL 1.2 CGP)

 


AKSI NYATA MODUL 1.2 – NILAI DAN PERAN GURU PENGGERAK

LATAR BELAKANG

Di zaman perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, mobilitas warga dunia semakin lebih meningkat. Pertumbuhan mobilitas salah satunya melalui dunia maya atau fasilitas internet. Bagi kalangan anak mud aini adalah dunia mereka, zaman mereka yang penuh dengan informasi dan hal bermanfaat lainnya yang bisa diambil dari internet. Melalui internet, kita bisa belajar berbagai kebudayaan asing yang dapat kita adopsi menjadi hal baik bagi kita. Namun, ada juga hal ketidakbaikan yang muncul dari jati diri indentitas anak muda yang sekarang sedang berkembang. Identitas karakter bangsa sedikit demi sedikit mulai pudar. Salah satu kebudayaan bangsa Indonesia yang mulai pudar adalah budaya 5S (senyum, salam, sapa, sopan, dan santun). Ada beberapa factor penyebab pudarnya identitas karakter bangsa, salah satunya adalah pengaruh negative dari budaya asing yang tidak tersaring dengan baik.

Melalui kegiatan guru penggerak, saya selaku calon guru penggerak dari Kabupaten Brebes membuat program sekolah yang sebetulnya adalah menghidupkan kembali budaya 5S. program ini bertujuan untuk mengembalikan jati diri siswa kami terutama SDN Kaliwlingi 02 Kecamatan Brebes Kabupaten Brebes agar menjadi siswa yang berkarakter unggul dan mampu membudayakan 5S dalam lingkungan rumah, sekolah, dan masyarakat.

DESKRIPSI AKSI NYATA

Pelaksanaan aksi nyatanya sebenarnya sudah diuraikan pada aksi nyata modul 1.1. Sebelum realisasi program pembiasaan budaya 5S dan nilai religious di sekolah, penulis menyampaikan maksud tujuan kegiatan tersebut melalui rapat dewan guru. Dukungan dewan guru sangat diperlukan untuk keberhasilan program. Kegiatan sosialisasi juga disampaikan pada siswa agar memahami dan mampu membiasakan budaya 5S dalam kehidupannya baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun warga masyarakat.

Adapun focus utama kegiatannya antara lain program pembiasaan budaya 5S (senyum, salam, sapa, sopan, santun). Sedangkan aplikasi penerapan budaya 5S melalui keteladanan dari guru untuk memberi contoh sekaligus mengajak siswanya untuk melakukan hal yang sama. Keteladanan yang dilakukan guru akan lebih mudah diterapkan oleh siswa dibandingkan hanya sekedar menyuruh saja. Keteladanan yang dilakukan seorang guru kemudian diikuti juga oleh siswa. Setiap sebulan sekali diadakan evaluasi pelaksanaan program untuk menentukan kelemahan dan kelebihan dalam pelaksanaan program tersebut.

HASIL AKSI NYATA

Hasil pelaksanaan pembiasaan budaya 5S cukup bagus, dan sedikit mengalami peningkatan. Mengapa demikian? Pelaksanaan pembiasaan budaya 5S akan berjalan dengan baik dan maksimal jika dilaksanakan pada proses pembelajaran tatap muka. Namun, masih menggunakan daring sehingga guru tidak bisa mengontrol secara langsung perkembangan budaya 5S pada siswa. Guru hanya bisa melihat perkembangan budaya 5S Ketika kegiatan luring, itupun dilaksanakan secara terbatas dan masih menjaga prokes. Namun, secara keseluruhan hasil dari pelaksanaan pembiasaan budaya 5S berkategori baik, karena siswa mulai menerapkan budaya 5S di lingkungan sekolah dengan baik walaupun pemantauan hanya beberapa hari dalam seminggu.

PEMBELAJARAN YANG DIDAPAT DARI PELAKSANAAN (KEGAGALAN MAUPUN KEBERHASILAN)

Kekurangan pelaksanaan program ini yakni belum dilaksanakan secara maksimal. Selain itu, kolaboratif pelaksanaan program di kelas lain belum dilaksanakan dengan baik. Oleh karena itu, dibutuhkan kebersamaan antar warga sekolah terutama guru dan kepala sekolah untuk berkomitmen mensukseskan program pembiasaan budaya 5S.

Keberhasilan dari pelaksanaan program ini yakni pelaksanaan di tingkat kelas sudah mampu menunjukkan hal yang baik. Siswa kelas 6 mulai membiasakan diri untuk membudayakan 5S dalam lingkungan sekolah. Diharapkan kegiatan ini dilaksanakan di lingkungan rumah dan masyarakat sebagai perwujudan tindak lanjut pelaksanaan budaya 5S di sekolah.

RENCANA PERBAIKAN UNTUK PELAKSANAAN DI MASA MENDATANG

Ada beberapa hal yang harus diperbaiki terkait dengan pelaksanaan pembiasaan budaya 5S, antara lain. Pertama, peningkatan pada kolaboratif dan komitmen untuk mensukseskan program pembiasaan budaya 5S terutama rekan sejawat dan kepala sekolah. Kedua, perlu sosialisasi pada orang tua siswa untuk mendukung sekaligus memantau pelaksanaan program pembiasaan budaya 5S di lingkungan rumah dan masyarakat. Ketiga, perlu adanya banner atau poster di tiap-tiap kelas sebagai pengingat siswa agar mau membiasakan budaya 5S.

0 comments:

Post a Comment